Penjualan Saham Travel Haji Umrah al Amin Mulia Lestari;
Dengan 10jt dah bisa punya biro travel haji dan umrah

Assalamualaikum Wr.Wb.
izinkan saya mengumumkan satu hal: Saudara mulai pertengahan Juli 2009 sudah bisa menjadi pemilik Travel Haji Umrah al Amin Mulia Lestari. Amin, insya Allah.

Daarul Qur’an dan PPPA punya visi misi mencetak 100rb penghafal al Qur’an sampai dengan tahun 2015 dan mengembangkan 1000 Pesantren Gratis (kini model pesantren gratisnya berwujud “Rumah Tahfidz”). Juga membangun Pesantren Internasional (wakaf) yang hasil operasionalnya dikembalikan lagi untuk program pembibitan penghafal al Qur’an.

Untuk menuju visi misi tersebut, ada beberapa hal yang dilakukan. Di antaranya menarget penjualan 1 juta DVD Majelis Dhuha Nasional, di mana seluruh hasil bersihnya untuk visi misi tersebut. DVD MDN edisi pertama berjumlah 16 seri. Jadi, untuk mencapai penjualan 1 juta DVD MDN, cukup mencari 60rb pembeli saja. Insya Allah dah tercapai. Dengan harga jual per DVD 25rb rupiah, insya Allah bisa mencapai 25 milyar rupiah. Besar ya? Masih kecil tuh, he he he. Tentu saja bila terkait dengan visi misi yang besar tadi.

Kami coba jalur usaha, jalur perdagangan. Selama ini kami sudah masuk ke usaha penerbitan dan pencetakan buku. Termasuk bekerjasama dengan penerbit-penerbit besar di Indonesia ini. Juga bekerjasama dengan produsen kaset, CD dan DVD, untuk rilis produk kaset, CD dan DVD. Hasilnya alhamdulillah mengalir ke pesantren dan program di atas. Kami senang bukan hanya bisa menyeru sedekah, namun juga turut bersisian bersedekah dengan para donatur dengan cara tersebut.

Ustadz bisnis ya? Ya biar saja. Memang dakwah itu perlu bisnis. Supaya ga ngandelin donasi dari jamaah melulu. Hasil dari bisnis itu untuk mensupport dakwah.

Tentang DVD MDN, ada orang yang bicara: “Itu kan DVD mestinya dibagiin gratis? Koq dijual? Jualan ilmu dong?”.

Please deh, coba buka mata dikit. Sebagai sebuah cara, adalah halal melakukan jual beli. Yang kita jual adalah packagingnya, kemasannya. Kontennya mah jelas tidak. Buktinya, DVD MDN tersebut kita upload di website www.wisatahati.com supaya bisa didownload gratis. Kami pun menyetelnya di TV-TV lokal, dengan biaya dari kami, dan DVD-DVD itu diputar bebas. Lalu mengapa DVD nya tetap dijual padahal bisa didonwload gratis dan bisa dinikmati gratis juga dari TV-TV lokal dan web streaming? Ya, sebab ga semuanya sempet ngedownload dan bisa ngedownload. Ga semuanya juga sempet melihat tayangan TV-TV lokal yang memutar DVD MDN. Terhadap yang engga inilah kami menyasar target pembeli. Kemudahan, itu yang kami tawarkan. Kalo ga bisa ngedownload, atau kurang nyaman, atau ga sempet ngeliat TV lokal, ya pesen aja DVD originalnya. Tinggal pesen, bayar, kami kirim dah. Begitu. Itu pun, di dalam DVD nya, kami cantumkan pengumuman, bahwa sesiapa yang mau mengkopi dan menggandakan DVD tersebut ga perlu izin lagi. Sambil kami menyeru supaya DVD original dibeli, sebab dana nya buat pengembangan dakwah. Yah, inilah namanya ikhtiar. Kami mah lebih suka begitu daripada menebar proposal dan surat sumbangan.

Ikhtiar lainnya dalam pendanaan visi misi 100rb penghafal al Qur’an di 2015 dan 1000 Rumah Tahfidz Gratis adalah menjual saham travel haji dan umrah al Amin Mulia Lestari.

Travel Haji dan Umrah al Amin Mulia Lestari, atau yang dikenal dengan nama Travel Wisatahati, mau dijual ke jamaah semua. Dibandrol Rp. 15M (lima belas milyar rupiah). Mudah-mudahan bisa bersama-sama membesarkan travel ini dan juga membesarkan manfaatnya. Rp. 15 Milyar ini dibagi dalam 1500 lembar saham @10jt.

Di pekan awal Juli, draft notarial penjualan saham Travel Haji Umrah al Amin Mulia Lestari, sedang disiapkan notaris. Mudah-mudahan pertengahan Juli nanti, sudah selesai, dan segera bisa diumumkan kepada jamaah.

Jangan berpikiran terlalu jauh membayangkan seperti saya sedang jual saham ala bursa efek atau pialang saham. Terlalu jauh. Ini mah semacam saya mengajak patungan kepada jamaah semua untuk sama-sama memiliki perusahaan ini dengan amal usaha yang mulia; biro perjalanan haji dan umrah.

Jelas kita tidak boleh membisniskan haji dan umrah. Namun sekali lagi, insya Allah menjadi halal kita menjual kemasannya; tiketingnya, akomodasi hotel dan transportasi di sananya, dan lain-lain kelengkapannya. Bahkan al Qur’an pun membolehkan kita berniaga. Berniaga bukan saja menjadi halal, tapi juga disyariatkan dan menjadi ibadah. Masa transaksi besar dan kesempatan amal usaha besar yang timbul akibat prosesi ibadah seorang muslim sebagai muslim, lalu diambil oleh ummat lain? Kita-kita ini ya begitu. Kita yang merayakan maulid, maaf ya, yang jualan teh botolnya siapa? Kita sewa tenda dan kursi-kursi dari siapa? Lebih sering dinikmati oleh non muslim. Padahal harusnya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Bulan Suci Ramadhan, yang menangguk trilyunan rupiah, siapa? Kita-kita yang muslim ini, hanya sebatas pengkonsumsi. Jarang yang mengambil posisi pedagang. Padahal Rasulullah sendiri adalah pedagang.

Bahkan dalam satu rangkaian firman Allah tentang manasik haji, dari ayat ke 196 surah al Baqarah sampai ayat 203, terselip di ayat 198-nya: “... Laisa ‘alaikum junaahun an tabtaghuu fadhlam mir robbikum... Tidak ada dosa bagi kamu untuk mencari karunia (rizki dari hasil perniagaan) dari Tuhanmu...”. Ya, Allah membolehkan, mengizinkan semua yang berhaji bahkan berdagang. Sebab di saat haji itu, bertemu muslimin muslimat dari seluruh penjuru dunia. Kesempatan emas untuk berdagang. Berdagang itu ibadah. Ini yang musti juga disosialisasikan.

Travel Haji Umrah Wisatahati ini mau dijual seharga 15 milyar. Tanpa aset?

Ya, tanpa aset. Asetnya ya izin usahanya dan value nya.

Mahal banget?

Tergantung darimana mandangnya. Di sini ada Yusuf Mansurnya, he he he. Maaf ya, bercanda. Ke depan tentu saja ga boleh lagi travel ini berlindung di balik nama rapuhnya Yusuf Mansur. Siapa juga saya, he he he.

Setahun yang lalu, saya men-take-over travel ini dari tangan sahabat saya sebesar hampir 1M. Set-up dan lain-lain, sekitar 500jt. Bahkan di awal dikembangkan bisnis ini, 800 juta digelontorkan sebagai sedekah dalam bentuk memberangkatkan puluhan orang gratis. Alhamdulillah. Semata-mata supaya travel ini berjalan lancar dan bisa memberikan subsidi silang yang banyak buat pesantren dan sayap-sayap program PPPA. Dan saat itu juga, saya langsung meniatkan travel ini sebagai travel sedekah. Travel yang seluruh hasilnya untuk sedekah membangun dan mengembangkan Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an.

Ga tau tuh. Saya demen aja begini. Berdiri di atas prinsip dasar wakaf dan sedekah. Hampir semua usaha dibangun di atas prinsip ini. Saya punya PH. Pun hasilnya disedekahin. Kontrak-kontrak TV, disedekahin. Royalti buku, CD, DVD, disedekahin. Bisnis penyewaan mobil, disedekahin hasilnya. Malah belakangan mobilnya disedekahin, ha ha ha. Bangun sekolah mahal, hasilnya sepenuhnya buat sedekah kepada Program Pembibitan Penghafal al Qur’an. Dan lain-lain. Demen aja menyedekahkan apa saja. Mudah-mudahan ini sebagai targhib. Bukan memperdengarkan amal. Terakhir, DVD MDN yang ditarget bisa laku 1jt keping pun, dari awal, disedekahin. Ga maen-maen loh, kalau betul terealisir tuh penjualan, bisa mencapai 25M. Yo wis, biar saja. Ukuran kantong kita mah kan kecil aja. Perut pun segitu-gitunya aja. Yang penting cukup aja, lebihnya disedekahin. Toh buat saya dan keluarga, cukupnya kami, mestinya lebihnya orang-orang. Jadi, memilih jalan sedekah bukan sesuatu yang berat lagi. Alhamdulillah. Apalagi saya berpikir, kalau tidak ada jamaah (secara manusianya), manalah saya punya ini dan itu. Jadi, kalau kemudian saya memilih jalan menyedekahkan kembali, saya rasa bukan sesuatu yang istimewa.

Ya, saudara-saudara semua, travel ini saya beli, dan saya sedekahin. Supaya hasilnya bisa dipake buat membangun dan mengembangkan Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an dan sedekah ke PPPA.

Kalo ada yang bilang, koq sedekahnya ke grup sendiri? Ke PPPA melulu? Saya menjawab, engga ah. Engga ke grup sendiri aja. Wong PPPA kan udah menasional. Pesantren yang saya ga kenal kyai nya pun, trmasuk santri-santrinya, bila termasuk target PPPA ya akan menerima sedekah ini. Donasi sedekah untuk mencetak para haafidz. Itu visi misinya.

Setelah hampir setahun saya berancang-ancang menjual ulang travel ini, akhirnya menjadi kenyataan.


***

1500 Marketing Travel

Ya. Travel ini saya bandrol 15M. Selain untuk mendukung visi misi 100rb penghafal al Qur’an 2015 dan 1000 Rumah Tahfidz, uang ini sepenuhnya masih untuk pengembangan pesantren. Agar segera terwujud Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an. Saya membayangkan akan ada aliran dana segar 15 milyar untuk visi misi ini. Alhamdulillah.

Ga ada yang buat modal operasional dong? Emang udah ga perlu lagi. Operasional bisa dari uang pendaftaran haji dan umrah yang berputar di situ-situ saja. Bisa mandiri.

Sebagaimana disebut di atas, 15 milyar ini dilepas dalam bentuk 1500 lembar saham, @10jt (sepuluh juta). Satu jamaah bisa memiliki lebih dari 1 saham. Barangkali buat keluarganya atau perusahaannya, atau majelis ta’lim dan atau lembaganya.

Besar juga harapan saya, mudah-mudahan di antara jamaah yang membeli saham ini, menyedekahkan kembali hasilnya untuk PPPA. Jadi dah tuh sedekah bergulir. Yakni sedekah yang diputar dulu untuk bisnis dan amal usaha. Tapi ga disedekahin juga ga apa-apa, sebab hasil penjualan saham sepenuhnya sudah buat sedekah.

Tahun 2010, insya Allah travel ini menarget pertumbuhan jamaah umrah 400-800 orang per bulannya. Ini bukan sesuatu yang sulit dicapai. Dengan jumlah simpul MDN dan perwakilan Wisatahati dan PPPA sendiri, jumlah ini adalah sebuah keniscayaan. Insya Allah. Malah, dalam kurun waktu tertentu, saya menarget memberangkatkan 1500 orang peserta umrah per bulan.

Ada orang yang bertanya, kalaunya Ustadz Yusuf ga berangkat, apa bisa mencapai jumlah sebesar itu? Insya Allah. Yakin aja. Kalau profesional, masa iya engga? Sekalipun saya ga berangkat, insya Allah akan disetting semalam di Pesantren Daarul Qur’an yang eksotik. Dengan tenda-tenda Arafahnya, insya Allah ada kebersamaan bersama saya, meskipun saya ga berangkat. Tapi saya demen jalan umrah. Insya Allah saya banyak berangkatnya.

Baik, ini perhitungan kasarnya. Jika bisa memberangkatkan jamaah 400 s/d 800 orang umrah setiap bulannya, maka akan ada keuntungan yang dibagi kepada jamaah sekitar 600jt s/d 1,2M. Jumlah yang besar sekali. Apalagi jika mau berbagi lagi dengan pesantren dan PPPA, he he he. Kami akan bagi lagi kepada pesantren-pesantren binaan dan para huffadz binaan. Wuah, berkah dah.

Kita gulirkan lagi rupiah demi rupiah keuntungan itu untuk sedekah bergulir lagi dalam bentuk sedekah modal usaha. Wuah, akan semakin cakep dah. Amin, insya Allah.

Rasanya, target bagi hasil keuntungan ke 1500 pemegang saham, dengan masing-masing menerima 200rb s/d 500rb atau bahkan 1jt, bukannya mimpi. Insya Allah lebih besar dari sekedar naroh di bank aja mah. 10 juta rupiah per lembar saham, hasilnya seabrek-abrek.

***

Cafe De Surau, Bali

Saya pernah bercerita kepada beberapa kawan dekat, saya punya saham juga di Cafe De Surau. Di Bali. Insya Allah lagi-lagi saham ini pun hasilnya disedekahkan untuk pergerakan dakwah di Bali.

Pendirian Cafe ini unique. Sebab didirikan oleh tidak kurang 30 orangan. Sekarang udah bertambah lagi. Dulu, masing-masing 25jt s/d 40jt per orang. Yang menarik adalah, jika 30 orang itu aktif mendatangkan tamu, atau datang kerabatnya, saudaranya, kawannya, kenalannya, ke Bali, dan bisa dibelokkan sebentar ke Cafe bersama ini, maka insya Allah Cafe ini tidak akan pernah sepi. Dan memang demikianlah kenyataannya. Saban hari dan khususnya di Weekend, ramai pengunjung. Ya relasi kami-kami saja para pemegang sahamnya. Dari mulut ke mulut. Sekarang bahkan kami sudah ada Ballroomnya, istilah kerennya aula serba guna. Untuk pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, pengajian-pengajian, dan pertemuan-pertemuan. Memuat kurang lebih 150-200 orangan.

Nah, cara kerja ini sangat bisa banget diterapkan di Travel ini.

Sebagian saudara ada yang berpikir, wuah si ustadz yusuf mansur ini bisnis banget sih?

Ah, saya mah ga peduli. Sekarang mah tinggal hasilnya yang bagaimana dan digimanakan? Juga usahanya. Jika halal, kenapa engga? Memangnya lebih suka ya melihat ustadz-ustadz meminta minta? Yang penting jangan lupa juga belajar terus, mengaji lagi dengan yang lebih senior, maka bisnis harus jalan dan dijalankan. Udah gitu, hasilnya buat siapa? Kalau buat memperkaya diri, ya semua bisnis ga boleh. Tapi kalau nawaitunya untuk banyak orang, mudah-mudahan ada keridhaan Allah. Setuju ga? Engga ya? Ya terserah, he he he.

Bayangkan ya oleh saudara. Jika saudara adalah bahagian dari 1500 orang pemegang saham ini, apa yang ada di benak saudara semua?

Saya mah membayangkan akan ada 1500 Marketer buat travel kita ini! Luar biasa kan? Jika 1500 orang ini aktif mempromosikan travel ini, lalu setiap orang berkontribusi memasukkan peserta umrah 1 orang saja sebulannya, maka sudah 1500 orang jamaah umrah yang akan berangkat setiap bulannya!

Amazing kan? Jika 100 dolar per pax, maka akan ada 1500 x 100USD keuntungan per bulannya. Ini kan berarti 150.000USD keuntungan per bulan, atau senilai Rp. 1,5M per bulannya. Kalau efisien kerjanya, bisa mencapai 2,25M malah, atau 150USD per pax nya.

Dengan hitungan ini, bagi hasil ke 1500 jamaahnya akan sebesar Rp. 1,5jt per bulan. Subhaanallaah kan? Naroh 10jt sebagai saham, bagi hasilnya Rp. 1,5jt. Tentu saja target ini akan mudah bila bersama-sama. Penanganan umrahnya pun tidak sesulit yang dibayangkan. Semuanya konsorsium; spirit kebersamaan dan bersama-sama dan ukhuwah, menjadi pilar kesuksesan menyelenggarakan travel dengan jamaah besar. Karenanya saya pun mendorong travel-travel lain yang tidak memiliki value berupa network dan community untuk memiliki pula sahamnya di travel al Amin Mulia Lestari ini.

Segitu tuh sedekahnya kita. Masya Allah kan.

Saya bicara ke kyai Kosasih, pimpinan travel ini, “Insya Allah nawaitu kita akan menyelamatkan. Teken kontrak dagang aja, bahwa hasilnya disedekahin semua. Kami-kami mah sebagai pekerja professional saja yang mewujudkan target ini”.

Loh ko sedekah? Ya, sedekah dari kami. Penjualan dan pembelian travel senilai 15M kan sepenuhnya masuk kantong pesantren dan PPPA, begitu. Akan halnya dengan pemegang saham, jika hasil bulanannya nanti mau disedekahin lagi, ya alhamdulillah.

***

Jatah 900-an tiket umrah gratis setiap tahunnya

Alhamdulillah. Mengelola travel umrah ini berkah loh. Setiap 20 tiket, jatah 1 tiket. Bila target ditetapkan 400 lah minimal jamaah umrah setiap bulannya, maka akan ada jatah memberangkatkan 20 orang, atau 240 orang setahunnya. Tentu saja jumlah ini harus dihitung ulang lagi dengan cermat, mengingat ada masa-masa haji yang tertutup untuk visa umrah.

Ok, jika jumlah pemegang saham sebanyak 1500 orang, apalagi yang kebayang oleh saudara? Yang kebayang oleh saya, maka dalam waktu 6 tahun, semua pemegang saham, akan bisa diberangkatkan! Kita undi setiap tahunnya 240 jatah umrah, maka insya Allah dalam 6 tahun 1500 pemegang saham akan berangkat semua dah. Nanti, yang udah dapat di tahun pertama, udah ga diikutsertakan lagi di undian tahun ke-2, dan seterusnya. Jadi, semuanya bisa kebagian.

Itu kalo 400. Kalo 1500 per bulan?

Kalo 1500 jamaah umrah per bulan, berarti ada 75 tiket gratis, atau 900 tiket gratis setahunnya. Itu artinya, dalam 1,5 tahun, seluruh pemegang saham akan sudah diberangkatkan gratis dengan sahamnya sendiri.

Koq ya kelihatannya mudah ya?

Ya memang mudah. Apanya yang sulit?

Tinggal sama-sama mewujudkannya saja.

10jt per saham. Ayo dah. Anggap saja keberangkatan umrah yang tertunda. Maksudnya, jika punya uang Rp. 10jt untuk berangkat umrah, bismillah dah, coba aja nawaitunya sedekah. Sedekah dengan cara membeli saham travel ini. Mudah-mudahan ada hasilnya yang bisa kemudian membawa diri sendiri dan keluarga berumrah. Jika ada bagi hasil bulanannya, sedekahin aja terus. Sehingga berlipat dan berlipat tuh investasi sedekahnya. Jika besar investasinya, kan besar pula hasil dan kebaikan manfaatnya.

Apa engga mimpi tuh angka-angka itu?

Engga. Makanya, mari wujudkan saja.

Kawan-kawan dan saudara-saudara yang mau memfollowupi info ini, bisa kontak Ustadz Hendy: 081519003181.

Wuah, bisaan ya? Jualan di DhuhaaCoffee? Ya, biar saja. Sekalian, he he he. Good marketer kan? He he he.

Hal baik, kenapa ga diinfokan terang-terangan. Iya kan? Info itu kan sedekah juga. Sedekah info. Maka sebagai sedekah, ada info yang disampaikan sembunyi-sembunyi, ada info yang disampaikan terang-terangan. Saya berdoa, jika ini terealisir, maka saya mudah-mudahan dapat pahal sedekah 15M dan sedekah dari perguliran amal usaha yang penuh kebaikan ini. Di antaranya pahala dari kebaikan 900 tiket umrah gratis; baik dikembalikan kepada pemegang saham, disedekahin ke penghafal al Qur’an dan pengasuh-pengasuh ponpes tahfidz, dan atau dijual kembali untuk dibagikan atau disedekahkan uangnya saja. Saya pun berdoa semoga semua yang terlibat di penjualan sahamnya, hingga kemudian pengelolaannya, dapat juga pahala yang sama banyaknya. Amin.

Sekarang bayangkan lagi. Jika jatah 900 tiket umrah itu, kita sedekahkan untuk guru-guru ngaji? Untuk para haafidz (seperti yang baru-baru ini dijalankan; memberangkatkan penghafal-penghafal al Qur’an)? Kan subhaanallaah tuh. Selama ini, para haafidz itu berburu tiket ke tanah suci, dari MTQ. Itu pun kalo menang di tingkat Propinsi dan Nasional. Kalo masih di tingkat kecamatan dan walikota, ngimpi dah hadiahnya haji.

Bayangkan juga jika 900 tiket umrah tersebut itu diuangkan saja, alias dijual saja ke pasar? Masya Allah, berapa yang bisa kita sedekahkan ulang, di luar bagi hasilnya? Taro kata 15jt, maka itu jumlahnya Rp. 13,5 Milyar loh setahun! Fantastis kan? Subhaanallaah.

***

Punya pesawat dan hotel sendiri di Mekkah dan Madinah!

Ada yang bilang, 1500 peserta umrah setiap bulannya? Walah, pengorganisasiannya keberangkatan bertubuh besar, ribet, susah. Ga gampang.

Wuah, itu mah namanya ga mau naro mimpi, ga mau ngejar mimpi, dan ga mau usaha.

Masa hanya travel-travel non-muslim saja yang besar-besar sih? Atau travel-travel non Mekkah Madinah saja sih yang besar-besar? Kita juga dong boleh punya mimpi kayak gitu.

Malah nih, kalau 1500 pemegang saham itu aktif, dan mendorong pertumbuhan ONE stake-holder ONE customer (1 pemegang saham 1 peserta umrah), rasanya bukan ga mungkin kita punya pesawat sendiri, he he he.

Serius loh. Kalaunya kita rutin memberangkat 1500 jamaah setiap bulannya, mending nego sama yang punya pesawat (Garuda, LION, atau Saudi Arabia Airlines), bahwa kita sewa aja dah. Mau dimerekin sendiri, ha ha ha. Lah, kalau berangkat orangnya kita-kita doang mah, ya kita kerjasama operasi saja dengan maskapainya. Insya Allah saya dah yang jadi pilotnya! Hi hi hi.

Eh, beneran loh. Meski kesannya bercanda, ini asli beneran. Saya taro mimpi ini, dan saya kejar. Kejarnya lewat doa, shalat malam, dan silaturahim-silaturahim dengan para pemimpi lainnya. Insya Allah saya ga sendirian.

Sekali lagi, asal nawaitu dijaga. Untuk ummat ya untuk ummat. Kami-kami mah, jadi orang gajiannya travel ini saja. Insya Allah. Ga apa-apa, asal digaji besar, he he he.

Akan halnya hotel di Mekkah dan Madinah, insya Allah bukan hal sulit juga. Beberapa orang kaya dan travel di tanah air, sudah ada yang memiliki kamar-kamar hotel sendiri. Sehingga mereka ga nyewa dadakan lagi. Kalaunya kita sewa setahun pun, itu sudah sama saja dengan punya hotel di sana. Subhaanallaah, mudah-mudahan jadi kenyataan.

Sesuai dengan yang sudah disinggung di atas, penyelenggaraan travel berjumlah peserta besar ini memang mau ga mau ya konsorsium sesama travel dan operator umrah di Saudi. Bismillah dah. Walhamdulillah. Pemberangkatannya pun tentu saja kita aturkan supaya per kelompok, per grup. Sehingga pengelolaannya tetap mudah.

Dan pesantren Daarul Qur’an pun hidup. Sebab nanti kita bikin Camp-Umrah untuk semua peserta yang mau berangkat umrah. Sekarang saja sudah sangat memadai bila diselenggarakan manasik di Pesantren. Ada tenda-tenda Arafah dan suasananya nyaman, adem, dan eksotik. Sebelum berangkat umrah, peserta semuanya masuk pesantren dulu. Nyantren sehari semalam bersama saya. Insya Allah ada kebersamaan. Amin.

***

Bukan mimpi!

Saudara-saudaraku, apa yang saya goretkan di atas, benar-benar bukan mimpi. Kita-kitanya saja yang ga berani bermimpi. Saat ini saja alhamdulillah saya sudah punya rumah sendiri di al Khalidiyah. Di Mekkah!

Kebayang ga sih sebelumnya?

Boro-boro.

Ngelihat bentuk pintunya saja sebelumnya engga pernah. Atau membayangkan kayak apa sih rumah-rumah orang arab dalemnya? Ga pernah. Aseli. Tapi karunia Allah demikian besarnya. Tanpa terasa, di Juni 2008 lalu, saya akhirnya punya rumah sendiri, bi-idznillah. Barangkali secara testimonial sedekah, inilah mudah-mudahan balasan Allah terhadap saya dan istri yang menyedekahkan rumah kami satu-satunya di tanah air. Allah hadiahkan kemudian rumah di Tanah Suci! Subhaanallaah, subhaanallaah, subhaanallaah! Walhamdulillah. Apalagi denger-denger, wilayah ini bukan wilayah sembarangan. Wilayah ini adalah salah satu wilayah elitnya Mekkah. Ga sembarangan orang bisa masuk di sini. Bahkan muqimien yang sudah belasan tahun pun beloman tentu. Entahlah, wallaahu a’lam.

Rumah ini kemudian saya jadikan rumahnya muslim Indonesia yang ke tanah suci. Ga dikhususkan buat jamaah travel saya saja.

Lah, kalau rumah sudah, maka rasanya ga apa-apa kali mimpi bisa punya hotel sendiri... Insya Allah.

Sekali lagi, niat, niat, niat. Niatnya pegimana? Kalau untuk membesarkan asma-Nya, insya Allah akan ada dukungan dari Allah. Amin.

Okke dah. Rasanya, sudah cukup. Mari kita masuk ke materi ya.

Sekali lagi, jika ada yang kepengen memfollow-upi informasi ini, silahkan kontak Ustadz Hendy (SMS): 081519003181.

1500 saham akan ditawarkan ke muslimin tanah air. Mudah-mudahan habis dalam waktu 1 bulan di Bulan Juli 2009 ini. Supaya bisa mewujudkan hitung-hitungan di atas. Amin.

***

Network Based dan Community Based

Ada hal menarik. Saham travel ini saya mulai tawarkan di perjalanan kepada beberapa jamaah. Alhamdulillah, saham travel ini langsung direspon. Semangatnya bukan semangat bisnis saja (artinya, tetap boleh dengan semangat bisnis). Tapi semangat kebersamaan dalam mencapai visi misi 100rb Penghafal Al Qur’an 2015 dan 1000 Rumah Tahfidz gratis.

Ada Haji Aidil Fikri dari Palembang yang langsung bilang akan beli banyak. Saya bilang, sementara dibatasi 1 orang 1 saham saja, atau paling banyak 10 saham. Bukannya apa-apa, saya kepengen travel ini dibangun dan dikembangkan di atas prinsip jamaah atau ukhuwwah. Bahasa kerennya berbasis jaringan jamaah. Kalonya 1500 saham ini dikuasai oleh 15 orang saja, masing-masing memiliki 100 saham, wah, bisa-bisa tidak tercapai gagasan dan mimpi di atas. Kalo 15 pemegang saham tadi merekomendasikan masing-masing 1 peserta umrah, maka hanya 15 orang saja tiap bulan jamaah umrahnya. Ga lucu, he he he. Idealnya, 1500 saham ini dimiliki oleh 1500 pemegang saham juga. Atau bolehlah dibatasi 5-10 saja paling banyaknya. Itu pun sebisa mungkin 5-10 lembar saham itu dipegang oleh saudara-saudaranya supaya bisa aktif sebagai marketing travel ini. Demikian. Alhamdulillah atas responnya. Saya pun dapat berita dari Jakarta, dalam 1-2 hari ini, dari facebook dan sms, sudah mulai ada peminat. Alhamdulillah. Mudah-mudahan bisa rapih terfollow-up. Amin.

Ok, makasih ya. Saya selipkan PENAWARAN ini sebagai BONUS TULISAN DhuhaaCoffee edisi ini. Mudah-mudahan saudara semua ga su-udzdzan ya. Di lembar-lembar ini juga terselip gagasan dan pemikiran yang bisa dicontoh bagi yang punya mata terbuka. Contohnya, saudara bisa punya bengkel motor yang dimiliki 100 kawan yang punya motor di komplek saudara dan tetangga komplek. Kan jadi ga kemana-mana tuh bisnis bengkelnya. Saudara bisa punya rumah makan yang dimiliki oleh warga. Sehingga warga sendiri belinya ga kemana-kemana. Satu kampung, patungan bikin pasar bersama. Pasarnya sendiri dibuka lagi untuk warga kampung yang mau berdagang. Lahannya dan operasinya itu pasar saja yang dimiliki oleh beramai-ramai. Maka insya Allah pasar itu akan dijaga beramai-ramai pula. Atau yang lainnya. Mirip-mirip koperasi dah. Gitu.

Dalam satu kajian ta’lim di Masjid al Azhar, saya melempar gagasan yang ternyata jalan (sedang bergulir). Yaitu patungan bikin penerbitan. Bukan soal usahanya. Melainkan kebersamaannya; dalam operasional (pasar) dan networks (distribusi). Saya katakan, coba aja patungan nerbitin buku saya. Satu judul saja dulu. Dijual untuk kalangan terbatas saja. Sehingga ga terlalu ribet dengan urusan izin dan lain-lainnya. Cetak dah sebanyak 3000 eksemplar dulu. Tapi modal untuk nyetaknya ini, jangan dari satu orang. Berat. Bukan berat di modal. Saya yakin banyak dah yang punya duit kalau cuma buat nyetak 3000 eksemplar saja mah. Yang berat itu adalah jual 3000 buku itu kalau sendirian. Ubah caranya. Kumpulkan kira-kira 30 orang. Patungan dah. Itu pun ga perlu patungan buat semua modal buku. Patungan saja DP nya dulu. Ya, untuk nyetak buku, ga perlu cash. Bayarnya bertahap. Biasanya 30% dulu. Nah, 30 orang itu patungan kebutuhan 30% uang DP. Kemudian ketika proses cetak berlangsung, bikin dulu brosur dan form pemesanan buku itu. Kemudian 30 orang bergerak dah nyari pasar di kanan dan di kiri mereka. Dengan cara begini, maka insya Allah akan ada 30 marketer dengan 30 wilayah operasi pasarnya. Dengan cara begini, buku sebanyak 3000 eksemplar ini akan selesai terjual sebelum ia malah turun dari percetakan. Inilah yang saya sebut dengan Network Based dan Community Based.

Jejaring pengusaha yang bernama Jakec (Jakarta Enterpreneur Club, jejaring dengan sebaran di 54 kota di Indonesia), pun sedang diskusi sama saya untuk urusan ini. Juga motivator muda yang lagi naik daun; Ippo Dewata Santosa, yang biasa dijuluki Creative Marketer.

Baarokawloohu lanaa. Ayo dah, buka mata. Masih banyak lagi ide-ide lainnya. Hanya orang-orang yang mau terbuka melihat dan menerima gagasan dan pemikiranlah kiranya yang bisa menjadikan apa yang disajikan ini sebagai bahan diskusi lebih lanjut. Pasar akan tetap terbuka buat mereka yang selalu terbuka dan dinamis.

Sebagai informasi terakhir, saya ulangi lagi info ini. Bagi yang tertarik untuk mengetahui informasi lebih lanjut, silahkan langsung kontak dengan Hendy ya, untuk urusan travel ini: +6281519003181. Jazaakumullah khairan katsiran a/ perhatiannya.

Wassalam.

Sumber klik disini

1 comments

  1. Sufiyan akbar  

    If you are travelling to Makkah for Hajj and looking for the best accommodation in the cities then Haramayn Hotels is best option to book Hotels in Madina and Makkah.

Post a Comment


Free chat widget @ ShoutMix